Gambar
di atas merupakan salah satu sumber daya alam yang dimiliki oleh
Indonesia yang berupa kilang minyak. Minyak merupakan komoditas ekspor
andalan Indonesia. Akan tetapi Indonesia membutuhkan barang industri
dari negara lain sehingga terjadi kerja sama ekonomi. Tahukah kamu
bentuk-bentuk kerja sama yang di jalin Indonesia dengan negara lain?
Dengan adanya kerja sama ekonomi ini membawa dampak bagi negara
Indonesia. Tiap negara mempunyai keterbatasan jenis dan banyaknya sumber
daya alam maupun sumber daya manusia. Saudi Arabia mempunyai banyak
minyak bumi tetapi miskin hasil rotan, bahan makanan, dan hasil
industri; Jepang tidak mempunyai tambang minyak tetapi mampu
menghasilkan barang-barang industri dengan teknologi tinggi; Indonesia
mempunyai tambang minyak dan sumber daya alam lainnya tetapi belum
memiliki teknologi tinggi untuk mengolahnya. Pada bab ini kalian akan
mempelajari tentang kerja sama ekonomi internasional. Uraiannya meliputi
hal-hal berikut.
1. Bentuk-bentuk kerja sama ekonomi regional dan internasional.
2. Dampak kerja sama ekonomi regional dan internasional.
A Kerja Sama Ekonomi Internasional
1. Pengertian Kerja Sama Ekonomi Internasional
Untuk
memenuhi semua kebutuhannya, suatu negara perlu bekerja sama dengan
negara lain atau perlu kerja sama ekonomi internasional. Suatu negara di
dunia, walaupun sudah modern, wilayahnya luas, dan sumber daya alamnya
melimpah, tidak akan pernah mampu hidup mandiri tanpa berhubungan dengan
negara lain. Dewasa ini dengan semakin modern kebudayaan umat manusia
di suatu negara, justru semakin tinggi tingkat kebergantungannya
terhadap negara lain. Apakah kerja sama ekonomi internasional itu? Kerja
sama ekonomi internasional adalah suatu kerja sama dalam bidang ekonomi
yang dilakukan oleh suatu negara dengan negara lain. Kerja sama
tersebut dapat terjadi hanya melibatkan dua negara saja maupun lebih.
2. Tujuan Kerja Sama Ekonomi Internasional
Kerja sama ekonomi internasional dapat berjalan dengan harmonis
apabila tiap negara yang terlibat dapat menikmati keuntungannya. Selain
itu, kerja sama tersebut juga harus didasari rasa ingin membantu negara
lain. Mereka yang terlibat dalam kerja sama ekonomi internasional harus
memahami tujuan diadakannya kerja sama tersebut.
Secara rinci, kerja sama ekonomi internasional bertujuan sebagai berikut.
a. Mencukupi Kebutuhan dalam NegeriTidak ada negara yang
memiliki semua barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya.
Bagi negara yang memiliki kelebihan suatu produk tertentu dapat menjual
ke negara lain sehingga semua negara dapat memperoleh barang yang
dibutuhkan.
b. Meningkatkan Produktivitas dalam NegeriDengan
melakukan kerja sama ekonomi dengan negara lain, suatu negara bisa
memperoleh bahan produksi yang belum dimiliki. Sumber-sumber produksi
yang tidak terdapat di dalam negeri bisa diimpor dari luar negeri.
Dengan demikian, produksi di dalam negeri menjadi lebih lancar sehingga
produktivitasnya meningkat.
c. Memperluas Lapangan KerjaKerja sama ekonomi
internasional membuat ketercukupan sumber-sumber produksi yang semula
tidak dimiliki oleh suatu negara. Oleh karena ketercukupan sumber-sumber
produksi maka proses produksi bisa berjalan. Hal ini dapat menciptakan
lapangan kerja.
d. Meningkatkan Pendapatan Negara melalui EksporEkspor
dilakukan apabila harga di luar negeri lebih tinggi daripada di dalam
negeri. Oleh karena itu, ekspor dapat meningkatkan pendapatan karena
perolehan penjualan meningkat.
e. Memperkuat Rasa PersahabatanDengan melakukan kerja
sama ekonomi internasional, jalinan persahabatan negara-negara yang
terlibat menjadi semakin baik. Hal ini karena adanya kesadaran bahwa
mereka saling membutuhkan.
3. Bentuk-Bentuk Kerja Sama Ekonomi Internasional
Banyak negara yang melakukan kerja sama ekonomi internasional karena
menyadari bahwa kerja sama ekonomi internasional memberikan manfaat.
Kerja sama ini dapat dilakukan antara negara maju dengan negara
berkembang, atau antara sesama negara maju. Kerja sama antara negara
maju dengan negara berkembang diwujudkan dalam bentuk tukar-menukar
barang mentah dengan barang jadi, atau pertukaran barang mentah dengan
modal dan tenaga ahli. Sedangkan kerja sama antara sesama negara maju
diwujudkan dalam bentuk pertukaran tenaga ahli serta Ilmu Pengetahuan
dan Teknologi. Dilihat dari letak geografisnya, kerja sama ekonomi
internasional dapat dibedakan menjadi tiga sebagai berikut:
a. Kerja sama ekonomi internasional, yaitu kerja sama di bidang ekonomi yang dilakukan oleh banyak negara di dunia.
b.
Kerja sama ekonomi regional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan
oleh negara-negara yang berada dalam suatu kawasan tertentu.
c. Kerja
sama ekonomi antarregional, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan
oleh negara-negara yang berada dalam satu kawasan dengan negara-negara
yang berada di kawasan yang lain.
Berdasarkan banyaknya negara peserta, kerja sama ekonomi internasional dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
a. Kerja sama ekonomi bilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh dua negara.
b. Kerja sama ekonomi multilateral, yaitu kerja sama ekonomi yang dilakukan oleh lebih dari dua negara.
4. Organisasi Kerja Sama Ekonomi Regional dan Internasional
Di bawah ini kalian pelajari beberapa contoh organisasi kerja sama ekonomi regional yang terkenal.
a. Association of South East Asian Nation (ASEAN) ASEAN
dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand, dengan
Deklarasi Bangkok. Pendiriannya diprakarsai oleh lima negara yaitu Adam
Malik dari Indonesia, Tun Abdul Razak dari Malaysia, Thanat Khoman dari
Thailand, Narsico Ramos dari Filipina, dan S. Rajaratnam dari Singapura.
Saat ini anggota ASEAN sebanyak 10 negara di kawasan Asia Tenggara,
yaitu: Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Brunai
Darussalam, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam.
Tujuan ASEAN adalah mewujudkan kerja sama di bidang ekonomi,
sosial, kebudayaan, dan pendidikan pada negara anggotanya, di antaranya
sebagai berikut:
1. Mempercepat pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sosial budaya di kawasan Asia Tenggara.
2. Menciptakan keamanan dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara.
3. Membantu memecahkan permasalahan yang terjadi di kawasan Asia Tenggara.
4. Meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan Asia Tenggara.
Untuk menjalankan tugasnya, ASEAN membentuk komite sebagai berikut:
1.
Komite Bahan Makanan, Pertanian, dan Kehutanan (Committee on Food
Agricultural and Forest, disingkat CFAF) yang berkedudukan di Indonesia.
2. Komite Perdagangan dan Pariwisata (Committee on Trade and Tourism, disingkat COTT) yang berkedudukan di Singapura.
3. Komite Keuangan dan Perbankan (Committee on Finance and Banking, disingkat COFB) yang berkedudukan di Thailand.
4.
Komite Industri, Perdagangan, dan Energi (Committee on Industry, Mining
and Energy, disingkat COIME) yang berkedudukan di Philipina.
5.
Komite Transportasi dan Komunikasi (Committee on Transportation and
Communication, disingkat COTAC) yang berkedudukan di Malaysia.
6. Komite Kebudayaan dan Informasi (Committee on Cultural and Information).
b. European Economic Community (EEC)
EEC
lebih dikenal dengan istilah (Masyarakat Ekonomi Eropa), disingkat MEE.
MEE merupakan organisasi negara-negara Eropa yang didirikan pada
tanggal 1 Januari 1958 berdasarkan Perjanjian Roma, Italia. Adapun
negara-negara yang menjadi anggota MEE adalah:
1. Belanda 6. Jerman
2. Belgia 7. Luxemburg
3. Denmark 8. Prancis
4. Inggris 9. Yunani
5. Irlandia 10. Italia
Tujuan EEC atau MEE adalah menyusun politik perdagangan bersama dan
mendirikan daerah perdagangan bebas antarnegara anggota Eropa Barat. MEE
juga menjalin kerja sama di bidang perdagangan dengan negara-negara
ASEAN.
c. Asean Free Trade Area (AFTA)AFTA dibentuk pada
waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke IV di Singapura tahun
1992. Organisasi perdagangan bebas kawasan ASEAN ini sepakat untuk
menurunkan tarif dan menghapus hambatan nontarif dalam perdagangan yang
dimulai tahun 2002. AFTA bertujuan meningkatkan daya saing ekonomi
negara-negara ASEAN dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi pasar
dunia, untuk menarik investasi dan meningkatkan perdagangan
antaranggota ASEAN.
d. Asian Pasific Economic Cooperation (APEC)
APEC
dibentuk di Canbera, Australia pada tahun 1989. APEC merupakan kerja
sama ekonomi negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Saat ini jumlah
anggota APEC sudah mencapai 21 negara yang di antaranya sebagai berikut.
1. Dari Benua Amerika adalah: Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, dan Chili.
2. Dari Benua Asia adalah: China, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, dan Rusia.
3. Dari Benua Australia adalah: Australia, Selandia Baru, dan Papua Nugini.
4. Dari ASEAN adalah: Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Brunei Darussalam, dan Vietnam.
Tujuan APEC adalah membentuk kerja sama perdagangan, investasi,
pariwisata, dan peningkatan sumber daya manusia yang saling
menguntungkan. APEC ingin membentuk perdagangan bebas di kawasan Asia
Pasifik.
e. Organization Petrolium Exporting Countries (OPEC)
OPEC
didirikan di Caracas, Venezuela oleh lima negara pengekspor minyak
yaitu Saudi Arabia, Kuwait, Iran, Irak, dan Venezuela tahun 1960. Saat
ini OPEC beranggotakan 13 negara, yaitu 5 negara pendiri dan lainnya
adalah: Libya, Indonesia, Nigeria, Aljazair, Gabon, Uni Emirat Arab,
Qatar, dan Ecuador. OPEC mempunyai tujuan sebagai berikut.
1. Memenuhi kebutuhan minyak dunia dengan saling menguntungkan.
2. Mengatur pemasaran minyak sehingga tidak terjadi perang harga di antara sesama negara penghasil minyak.
3. Menentukan jumlah produksi minyak dunia.
Selain organisasi kerja sama ekonomi regional juga terdapat
organisasi kerja sama ekonomi yang bersifat internasional. Kerja sama
ekonomi internasional merupakan kerja sama ekonomi antarnegara dalam
suatu lembaga, baik lembaga internasional di bawah PBB maupun lembaga
internasional di luar PBB. Organisasi kerja sama ekonomi internasional
ini adalah menyelesaikan masalah-masalah internasional, khususnya di
bidang ekonomi, dan menentukan langkah yang saling menguntungkan.
Contohnya, penetapan tarif bea masuk, harga, dan jumlah produksi.
Berikut ini beberapa contoh kerja sama ekonomi internasional di bawah
naungan PBB.
a.
(International Monetary Fund (IMF) atau Lembaga Moneter Internasional.
IMF berdiri tanggal 27 September 1945, dan tujuan utamanya membantu
negara-negara yang mengalami defisit neraca pembayaran. Secara lebih
luas, tujuan IMF sebagai berikut.
1) Memperluas perdagangan internasional kesempatan kerja serta meningkatkan pendapatan riil negara-negara anggota.
2) Memperluas kerja sama di bidang moneter anggotanya.
3) Mewujudkan stabilitas kurs valuta asing negara anggota.
4) Mewujudkan sistem pembayaran internasional yang mudah.
b. Food Agriculture Organization (FAO) atau Organisasi Pangan dan
Pertanian. FAO didirikan pada tanggal 16 Oktober 1945 dan berkedudukan
di Roma, Italia. FAO mempunyai tujuan ingin meningkatkan kuantitas dan
kualitas persediaan pangan dunia.
c. International Labor Organization (ILO) atau organisasi
perburuhan internasional. ILO didirikan pada tanggal 11 April 1919 dan
berkedudukan di Jeneva, Swiss. ILO bertujuan untuk memperjuangkan
keadilan dan perbaikan nasib buruh beserta keluarganya.
d. International Bank for Reconstruction and Development (IBRD)
IBRD
atau sering disebut Bank Dunia berdiri tanggal 27 Desember 1945 di
Washington DC. Indonesia ikut menjadi anggota Bank Dunia pada tahun
1954. Bank Dunia dibentuk untuk memberikan kredit jangka panjang kepada
negara yang sedang berkembang.
e. United Nations Industrial Development Organization (UNIDO)
atau organisasi pembangunan industri PBB. UNIDO didirikan pada tanggal
24 Juli 1967 dan berkedudukan di Wina, Austria. UNIDO bertujuan untuk
memajukan industri di negara berkembang.
f. General Agreement on Tariffs and Trade (GATT)
GATT
didirikan pada tahun1948 di Jeneva. GATT merupakan perjanjian umum
tentang tarif dan perdagangan. GATT bertujuan menghilangkan hambatan di
bidang perdagangan, dan menghendaki terwujudnya perdagangan bebas di
seluruh dunia. GATT diubah menjadi WTO (World Trade Organization). Tugas
dan fungsi WTO adalah menyelenggarakan dan mengawasi pelaksanaan
perdagangan bebas dunia yang akan mulai diberlakukan di seluruh dunia
tahun 2020.
5. Dampak Kerja Sama Ekonomi Internasional Bagi Indonesia
Indonesia
sedang melaksanakan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Dalam melaksanakan pembangunan ekonomi
tersebut, Indonesia memerlukan bantuan dari negara-negara maju. Bantuan
yang datang dari negara maju dapat berupa modal, teknologi,
sumber-sumber pro-duksi yang tidak dimiliki oleh Indonesia, maupun
tenaga ahli. Hubungan ekonomi yang dilakukan Indonesia dengan negara
lain sangat luas. Ada yang berbentuk kerja sama ekonomi, baik yang
bersifat regional maupun internasional, ada yang di bawah naungan PBB
maupun tidak. Kerja sama ekonomi internasional mempunyai beberapa dampak
bagi negara yang melakukan. Bagi Indonesia, dampak yang diterima dengan
adanya kerja sama internasional di antaranya sebagai berikut.
a. Lapangan pekerjaan menjadi semakin luas. Ini terjadi karena dengan
adanya kerja sama ekonomi internasional dapat membuka proyek-proyek
baru.
b. Negara mendapatkan pajak dari perusahaan asing yang menanamkan modalnya di Indonesia.
c. Indonesia bisa memperoleh transfer teknologi dari negara yang menanamkan modalnya di Indonesia.
d.
Dengan masuknya teknologi modern dari luar, Indonesia dapat
meningkatkan efisiensi dalam melakukan produksi suatu barang sehingga
harga tersebut bisa menjadi murah.
e. Jika Indonesia dapat
memproduksi barang-barang yang semula di impor (karena ada kerja sama
ekonomi dengan negara maju), Indonesia dapat menghemat devisa.
B Peran Indonesia dalam Kerja Sama Ekonomi Internasional
Indonesia mempunyai banyak peran dalam kerja sama ekonomi
internasional. Indonesia berperan sebagai anggota organisasi kerja sama
ekonomi internasional bahkan ada juga yang perannya sebagai pendiri.
Berikut beberapa contoh organisasi kerja sama ekonomi internasional yang
di dalamnya terdapat Indonesia.
1. Indonesia Ikut Sebagai Pendiri
Indonesia ikut mendirikan Association of South East Asian Nations
(ASEAN). ASEAN adalah organisasi regional negara-negara Asia Tenggara
yang didirikan di Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967. Pada tanggal 7
Januari 1984, Brunei Darussalam bergabung masuk menjadi anggota ASEAN.
Pada tahun 1995 Vietnam masuk sebagai anggota yang ke-7. Pada tahun 1997
ada dua negara yang bergabung
menjadi anggota ASEAN, yaitu Laos dan
Myanmar. Pada tahun 1999 Kamboja masuk menjadi anggota ASEAN yang ke-10.
Dalam organisasi ASEAN ini Indonesia berperan sebagai pendiri
bersama-sama dengan Filipina, Malaysia, Muangthai dan Singapura.
2. Indonesia Berperan Sebagai Anggota
Indonesia sebagai anggota beberapa organisasi internasional berikut ini.
a.
Indonesia sebagai anggota Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).
APEC merupakan wadah kerja sama ekonomi regional negara-negara kawasan
Asia dan Pasifik. APEC dibentuk di kota Canberra, Australia pada tahun
1989.
b. Indonesia sebagai anggota Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC).
Organisasi ini berdiri tahun 1960 atas prakarsa Irak, Iran, Arab
Saudi, Kuwait dan Venezuela. Adapun tujuan OPEC sebagai berikut.
1) Memberikan perlindungan harga minyak di pasar dunia.
2) Menghindarkan persaingan di antara negara anggota OPEC.
3) Menyediakan kebutuhan minyak dunia.
4) Menghimpun negara-negara penghasil dan pengekspor minyak. Indonesia menjadi anggota OPEC sejak tahun 1962
c. Indonesia menjadi anggota PBB (Perserikatan
Bangsa-Bangsa
United Nations Organization). PBB memiliki beberapa organisasi ekonomi
yang terkait dengan kerja sama internasional antara lain, sebagai
berikut.
- United Nation Development Program (UNDP)
UNDP bertujuan memberikan bantuan berupa proyek dalam pembangunan.
- Economic and Social Council (ECOSCOS )
ECOSCOS bertujuan mengembangkan kehidupan ekonomi, sosial dan pendidikan.
- (International Labour Organization (ILO)
ILO bertujuan menyelesaikan masalah perburuhan internasional dengan
tujuan memperbaiki persyaratan kerja dan hidup kaum buruh di dunia.
- Food and Agriculture Organization (FAO)
FAO merupakan organisasi pangan dan pertanian seluruh dunia. FAO
bertujuan meningkatkan jumlah persediaan bahan pangan dan produksi
pertanian serta meningkatkan mutunya.
- World Trade Organization (WTO)
WTO mengatur arus perdagangan dan menghindari adanya negara-negara yang merasa dirugikan dari perdagangan tersebut.
- United Nation Industrial Development Organization (UNIDO )
UNIDO bertujuan memajukan perkembangan industri di negara-negara
berkembang dengan cara memberikan bantuan teknis berupa program-program
latihan dan informasi.
3. Indonesia Sebagai Penerima Bantuan
Indonesia menerima bantuan dari organisasi-organisasi internasional berikut ini.
- Consultative Group On Indonesia (CGI)
CGI adalah lembaga pengganti dari IGGI (Inter Govermental Group on
Indonesia). CGI merupakan kelompok negara yang memberikan bantuan kepada
Indonesia. Bantuan tersebut diberikan kepada pemerintah maupun swasta
untuk memantapkan dan memajukan ekonomi Indonesia. Jadi, CGI Indonesia
berperan sebagai penerima bantuan.
- Asian Development Bank (ADB)
ADB bertujuan untuk memberikan pinjaman dana dan memberikan bantuan
teknik kepada negara-negara yang sedang membangun termasuk Indonesia.
Anggota Bank Pembangunan Asia adalah negara-negara di kawasan Asia Timur
Jauh termasuk Pasifik Selatan.
-
International Monetary Fund (IMF)
IMF berdiri pada bulan Juli 1944 di Amerika Serikat. IMF bertujuan sebagai berikut.
1) Sebagai pusat pertemuan-pertemuan dan perundingan untuk mencapai kerja sama internasional.
2) Memperluas perdagangan internasional.
3) Menjaga stabilitas nilai tukar mata uang asing.
4) Memberi kepercayaan kepada negara anggota dan.
5) Membantu negara-negara anggota yang mengalami kesulitan keuangan.
Indonesia menerima bantuan dana dari IMF karena terjadi krisis ekonomi tahun 1997.
C Globalisasi Ekonomi
Dewasa
ini tidak ada satu negara pun yang tidak melakukan hubungan ekonomi
dengan negara lain. Hubungan ekonomi tersebut dapat berupa hubungan
dagang maupun kerja sama ekonomi lainnya. Hubungan ekonomi antarbangsa
semakin meluas ke segala penjuru dunia, dan ini disebut globalisasi
ekonomi. Globalisasi ekonomi dapat diartikan sebagai proses menyatunya
kegiatan ekonomi antarnegara yang terjadi di dunia. Globalisasi ekonomi
terjadi pada era perdagangan bebas, yaitu suatu perdagangan yang
dilakukan antara suatu negara dengan negara yang lain tanpa ada
hambatan. Hambatan yang berupa bea masuk, bea impor, kuota, larangan
impor, dan subsidi terhadap industri dalam negeri dihilangkan. Usaha
untuk memperlancar perdagangan secara bebas dilakukan antara lain oleh
organisasi-organisasi seperti Asian Free Trade Area (AFTA), Asia pasific
Economy Cooperation (APEC), European Free Trade Area (EFTA), dan North
American Free Trade Area (NAFTA). Globalisasi ekonomi terjadi karena
adanya kemajuan yang sangat pesat di bidang telekomunikasi, teknologi
informasi, dan transportasi. Adanya globalisasi ekonomi tersebut,
batas-batas negara menjadi kurang berarti jika dilihat dari segi
ekonomi. Kegiatan-kegiatan perekonomian tidak mengenal lagi batas-batas
kenegaraan, bukan lagi sekedar internasional bahkan transnasional.
Mengapa dewasa ini tiap negara ikut dalam arus globalisasi? Alasan yang
utama adalah untuk mempercepat pertumbuhan ekonominya. Adanya
globalisasi ekonomi, kegiatan perekonomian antarnegara dengan cepat
merambah ke negara-negara lain. Para investor dengan bebas dapat
menentukan negara tempat tujuan investasinya. Para produsen juga dengan
mudah menentukan negara yang dijadikan pasar sasarannya. Bahkan,
negara-negara yang sedang berkembang juga dengan mudah mendapatkan
negara yang menjadi donor dana pembangunannya. Ada beberapa faktor yang
mendorong terjadinya globalisasi ekonomi dunia.
Faktor-faktor tersebut antara lain sebagai berikut.
1. Adanya perkembangan politik dunia yang semakin menyadari
pentingnya melakukan hubungan ekonomi dengan negara lain untuk
meningkatkan kesejahteraan bersama.
2. Adanya kemajuan teknologi
informasi dan transportasi yang menyebabkan cepatnya proses keluar masuk
uang dan barang dari suatu negara ke negara lain.
3. Adanya
perusahaan raksasa atau Perusahaan multi Nasional (Multi National
Corporation) yang wilayah usahanya merambah di seluruh dunia.
4. Adanya kemajuan ilmu dan pengetahuan sehingga menyadarkan manusia untuk bekerja sama dengan orang lain secara luas.